Masjid Agung Demak Jawa Tengah, Objek Wisata Religi Di Kota Wali - Video Arsip Masjid Agung Demak Jawa Tengah, Objek Wisata Religi Di Kota Wali - Video Arsip

Gudangnya Video Heboh Dan Video Lucu

Masjid Agung Demak Jawa Tengah, Objek Wisata Religi Di Kota Wali

Masjid Agung Demak Jateng merupakan salah satu masjid paling tua yang ada di Indonesia. Masjid ini lokasinya berada di Kampung Kauman, Desa Bintoro, Kecamatan Demak, Kabupaten Demak. Dulunya masjid ini menjadi tempat berkumpulnya para wali yang menyebarkan agama Islam di Pulau Jawa. Masjid Agung Demak ini diperkirakan dibangun pada masa Kesultanan Demak yang saat itu dipimpin oleh Raden Patah. Dari literatur yang saya dapatkan di perpustakaan, Raden Patah memerintah pada abad Ke-15 Masehi.

Masjid Agung Demak Jawa Tengah ini memiliki bangunan induk dan serambi. Bangunan induk terdiri dari 4 tiang utama yang dinamakan saka guru. Salah satu tiang utama tersebut kabarnya dibuat dari serpihan-serpihan kayu yang disatukan sehingga dinamakan saka tatal. Sedangkan serambi masjid merupakan bangunan terbuka yang atapnya berbentuk limas. Atap berbentuk limas ini ditopang oleh 8 tiang penyangga yang disebut saka majapahit. Atap limas masjid agung demak ini terdiri dari 3 bagian yang menggambarkan iman, islam dan ihsan. Disana juga terdapat "Pintu Bledheg" yang mengandung arti candra sengakala. Candra sengkala ini dapat dibaca Naga Mulat Salira Wani yang bermakna Tahun 1388 Saka atau 1466 Masehi. Pintu ciptaan Ki Ageng Selo ini diyakini mampu menangkal petir pada zaman kewalian.

Di dalam kompleks masjid agung demak terdapat sebuah museum yang menyimpan benda-benda bersejarah pada masa Kesultanan Demak serta berbagai hal mengenai riwayat masjid agung demak. Di dekat museum juga terdapat makam raja-raja yang memerintah pada masa itu beserta abdinya. Sultan Fattah yang merupakan raja pertama Kesultanan Demak juga dimakamkan disini.

Sejarah Bangunan Masjid Agung Demak


Raden Patah bersama wali songo membangun masjid yang karismatik ini dengan memberi gambar serupa bulus. Ini merupakan condro sengkolo memet dengan arti Sarira Sunyi Kiblating Gusti yang memiliki makna Tahun 1401 Saka. Gambar bulus tersebut terdiri dari kepala yang berarti angka 1, empat kaki berarti angka 4, badan bulus yang berarti angka 0 (nol) dan ekor bulus yang berarti angka 1 juga. Dari gambar bulus tersebut kita bisa menyimpulkan kalau Masjid Agung Demak Jateng diperkirakan berdiri pada Tahun 1401 Saka. Yang jelas masjid agung demak ini dibangun pada Tanggal 1 Shofar.

Delapan tiang penyangga yang berada di serambi masjid yang dinamai saka majapahit ini merupakan benda purbakala hadiah dari Prabu Brawijaya V Raden Kertabumi yang saat itu menjadi Adipati Notoprojo di Glagahwangi Bintoro Demak 1475 Masehi.

Pawestren adalah sebuah bangunan khusus yang dibuat untuk jama'ah wanita. Bangunan ini dibuat dengan menggunakan kayu jati dengan atap limasan berupa sirap ( genteng dari kayu ). Bangunan ini juga disangga dengan 8 tiang penyangga. Empat diantaranya memiliki hiasan berupa ukiran motif majapahit. Pawestren ini dibuat pada masa K.R.M.A. Aryo Purbaningrat. Hal ini dapat dilihat dari bentuk dan motif ukiran maksurah atau kholwat yang menerangkan Tahun 1866 Masehi.

Surya Majapahit ialah gambar hiasan segi 8 yang sangat terkenal pada zaman majapahit. Para arkeolog menafsirkan gambar ini sebagai lambang Kerajaan Majapahit. Surya Majapahit yang berada di Masjid Agung Demak ini dibuat pada Tahun 1401 Saka atau 1479 M.

Maksurah adalah artefak bangunan berukir yang mempunyai nilai estetika unik dan indah. Bangunan peninggalan masa lampau ini mendominasi keindahan ruangan di dalam masjid. Artefak Maksurah ini bertuliskan arab yang intinya mengagungkan Allah SWT. Prasastu di dalam maksurah menyebutkan angka Tahun 1287 Hijriah atau 1866 Masehi, yang mana saat itu Adipati Demak dijabat oleh K.R.M.A Arya Purbaningrat.

Mihrab a.k.a Tempat Pengimaman yang berada di dalam masjid, didalamnya terdapat hiasan gambar bulus yang merupakan prasasti "Candra Sengkala". Prasasti ini berarti "Sariro Sunyi Kiblating Gusti" yang bermakna Tahun 1401 Saka. Yang boleh memasuki tempat ini ialah imam masjid. Wisatawan dilarang keras masuk ke tempat ini tanpa seizin pengurus.

Dampar Kencana merupakan benda arkeolog peninggalan majapahit pada abad XV. Semenjak Kesultanan Demak diperintah oleh Raden Trenggono pada Tahun 1521 - 1560 Masehi, secara global wilayah nusantara menyatu seolah mengulang kejayaan Patih Gajah Mada.

Saka Guru di dalam masjid yang berjumlah 4 merupakan tiang penyangga utama yang tingginya mencapai 1630 cm. Formasi soko guru ini dipancangkan pada empat penjuru mata angin. Yang berada di barat daya merupakan karya Sunan Gunung Jati, di barat laut karya Sunan Bonang, di bagian tenggara didirikan oleh Sunan Ampel, dan yang berada di timur laut merupakan buatan Sunan Kalijaga. Tiang buatan Sunan Kalijogo inilah yang dinamai Soko Tatal.

Video Dokumenter Masjid Agung Demak Jawa Tengah

Bagi sahabat yang penasaran dengan bangunan bersejarah peninggalan walisongo ini, saya sertakan video liputan Tim Video Arsip saat berkunjung kesana. Suasananya benar-benar sangat damai sekali. Hiasan-hiasan dinding yang saya ceritakan diatas memang benar adanya. Silahkan saksikan film dokumenternya dengan cara menekan tombol play yang muncul dilayar.


Demikianlah informasi singkat tentang Masjid Agung Demak Jawa Tengah merupakan salah satu dari 11 Objek Wisata Kabupaten Demak Yang Paling Banyak Dikunjungi Wisatawan. Jika anda bertandang ke Kota Demak, jangan lupa untuk mengunjungi tempat wisata menarik lainnya yang pastinya akan memanjakan mata anda.
SHARE :

Tentang Saya

KAMU BISA..!!! - Kata itulah yang sering saya ucapkan untuk memotivasi diri saya sendiri
3 Komentar untuk "Masjid Agung Demak Jawa Tengah, Objek Wisata Religi Di Kota Wali"

Masjid Agung Demak memang keren dan indah banget

sering banget melewati masjid agung ini saat mengunjungi simbah di jepara. selalu ramai sebagai wisata religi masjid ini

Saat hari raya malah ramai banget kak. Kak indri punya simbah di jepara ya?

Please share & follow us at Google+ or Youtube

Back To Top